Senin, 28 Februari 2011

Technical Meeting LRP XXV

Untuk kakak-kakak pelatih penggalang tingkat SD maupun tingkat SMP yang tidak dapat hadir saat technical meeting Lomba Regu Prestasi ke XXV SMP Negeri 25 Jakarta karena berhalangan hadir, kami ingin menginformasikan bahwa kalian dapat mengetahui hasil technical meeting kemarin tgl 27 Februari 2011 dengan download di http://www.4shared.com/file/HULpgA-z/Hasil_TECHMEET_LRP_2011_3.html
apabila penjelasan tersebut kurang jelas, kakak-kakak dapat menghubungi no telp di bawah ini :

- Ka Surya            : (021) 92917567 
- Yogi Setyo         : (021) 94248659
- Hasan Mulya    : 08988287952
- Roni Hidayat     : 081807919184

terima kasih.

Minggu, 20 Februari 2011

Lomba Regu Prestasi ke XXV

Lomba Regu Prestasi ke XXV SMPN 25 Jakarta

Waktu Pelaksanaan :
Minggu, 13 Maret 2011

...Tempat
SMP Negeri 25 Jakarta,
Jln BB I Cipinang Muara III

Materi Lomba

- Semaphore

- Morse

- R.Sandi

- Ilmu Medan / Kompas

- Pu / Pk

- Pionerring

- PPGD

- LKBB

- Yel-Yel

- Tata Laksana Regu

- Poster

TECHNICAL MEETING :
hari : Minggu
tanggal : 27 Februari 2011
pukul : 10.00 WIB s/d Selesai
tempat : SMP Negeri 25 Jakarta, Jln BB I Cipinang Muara III

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :


1 SURYANA : 021-92917567
2. RONI : 081807919184
3. HASAN MULYA : 08988287952
4. YOGI SETYO : 021-94248659

Untuk rekan2 yang ingin mendownload Undangan Lomba Regu Prestasi ke XXV SMPN 25 Jakarta
dapat mendownload di link berikut :
 

http://www.ziddu.com/download/13712814/UndanganLRPXXVSMPN25Jakarta.pdf.html

atau
 

http://www.4shared.com/document/M05XCRRV/Undangan_LRP_XXV_SMPN_25_Jakar.html

terimakasih atas perhatiannya

SIPIDAS DAN SAPRAGAT


"Mempunyai satu sahabat lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri"

Mungkin kalimat tsb adalah kalimat yang mempunyai arti dalam persahabatan.
Kalimat itulah yang sedang Pramuka SMPN 25 Jakarta
( SIPIDAS )  dapatkan, kami mencoba menjalin persahabatan yang sudah pernah ada sejak dulu dengan Pramuka SMPN 138 Jakarta
( SAPRAGAT ). Karena persahabatan kami sempat terputus sejenak karena dengan munculnya permasalahan antara SIPIDAS dengan SAPRAGAT di saat LRP III di SMPN 138 Jakarta berlangsung. Ketika itu ada sedikit permasalahan di dalam teknis penilaian LRP III SMPN 138 Jakarta,
kami ( SIPIDAS ) tidak dapat menerima keputusan yang sudah mereka ( SAPRAGAT ) putuskan.
Di antara kamipun ( SIPIDAS & SAPRAGAT ) tidak ada yang mau mengalah tentang adu argument/pendapat sehingga timbulah konflik di antara kami.

Kamipun ( SIPIDAS ) tidak ingin menjadikan permasalahan ini berkelanjutan,
kami ( SIPIDAS & SAPRAGAT ) memutuskan untuk membicarakan permasalahan ini dengan rasa kekeluargaan, hasilnya pun pihak SAPRAGAT mengakui kesalahan dan mengajukan permohonan maafnya atas kesalahannya saat LRP III SMPN 138 Jakarta kemarin ( 13 Februari 2011 ).
Kamipun ( SIPIDAS ) menerima permohonan maaf dari pihak Sapragat dengan persyaratan yang sudah di buat.

Pihak SAPRAGATpun  ingin menjalin kembali persahabatan  dengan SIPIDAS, dengan cara berkunjung ke SMPN 25 Jakarta saat ekstrakurikuler pramuka di SMPN 25 Jakarta pada tanggal 19 Februari 2011. SAPRAGATpun datang ke SMPN 25 Jakarta dengan membawa semua penggalang dan penegaknya. Kamipun menyambut mereka dengan melupakan semua kejadian yang sebelumnya telah terjadi diantara kami. Kami memulai kembali dengan awal mengenal mereka dan merekapun mengenal kami. Kami selaku tuan rumahpun menyajikan games yang berfungsi untuk menjalin kembali kebersamaan di antara SIPIDAS & SAPRAGAT. Semuapun ( Penggalang & Penegak ) terbawa oleh suasana yang meniadakan jarak diantara kami berdua. Canda dan tawa di antara kamipun terjadi saat itu, tak terasa kamipun dipisahkan oleh waktu yang sudah larut sore. Kami mengakhiri acara ini dengan berfoto-foto bersama dengan harapan acara ini dapat  mempererat persahabatan dan menjadikan motivasi diantara kami untuk lebih maju lagi.

Kami dari pihak  SIPIDAS mengharapkan persahabatan ini dapat berjalan hingga tahun-tahun kedepan sampai ke angkatan terakhir.
“AMIEN…………….”

TERIMA KASIH KAWAN ATAS SEMUANYA

Senin, 24 Januari 2011

PEMBARUAN SKU

Syarat kecakapan umum (SKU) untuk tingkat siaga dan penggalang mengalami perubahan. Perubahan terjadi pada beberapa poin yang terdapat di buku SKU. Diantaranya penambahan poin tentang teknologi dan penghijauan. Juga perubahan nomor untuk poin keagamaan yang dulu selalu berada di akhir syarat untuk semua tingkatan, kini poin keagamaan berada lebih depan, tepatnya di nomor 4 disetiap tingkat SKU penggalang.

Hingga kini SKU baru tersebut sedang dalam tahap sosialisasi.

Berikut poin-poin yang terdapat pada SKU yang baru, seperti dilansir blog PASKHAS BARA 66 yang dikutip dari catatan facebook milik Ka. Pusdiklatnas Gerakan Pramuka,
Kak Joko Mursitho.


SKU SIAGA
PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratn/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

DWISATYA
Demi kehormatanku akan berjanji akan bersunggung-sungguh:
  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Keatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga
  • Setiap hari berbuat kebaikan

DWIDARMA
1. Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya
2. Siaga itu berani dan tidak putus asa

SIAGA MULA
Tanggal
Paraf
1. Islam
  • Dapat menyebutkan Rukun Iman dan Rukun Islam
  • Dapat mengucapkan Syahadat dan menyebutkan artinya
  • Dapat menghafal Surat Al-Fatihah dan menyebutkan artinya
  • Dapat menghafal Surat Al-Ikhlas dan menyebutkan artinya
  • Telah mengetahui tatacara berwudhu beserta doanya
  • Dapat melaksanakan gerakan sholat
  • Dapat menghafal sedikitnya 3 do'a harian.
   Katholik
  • Dapat membuat tanda salib
  • Dapat mengucapkan do'a harian dan menyanyikan tiga buah lagu gereja
  • Dapat menerima dan mensyukuri keberadaan dirinya sebagai ciptaan Allah, dan memberikan contoh-contohnya
  • Dapat mengasihi keluarganya
  • Dapat mengasihi teman, guru dan sesamanya baik di gudep, disekolah dan di sekitarnya.
   Protestan
  • Dapat menghafal Johanes 3:16 dan berdoa sederhana
  • Dapat mewujudkan ucapan syukur atas keberadaan dirinya didunia ini sebagai ciptaan Allah,sedikitnya tiga hal
  • Dapat mengasihi keluarganya
  • Dapat mengasihi teman, guru dan sesamanya baik di gudep, disekolah dan di sekitarnya
  • Telah Mengikuti sekolah minggu 4 kali berturut-turut.
   Hindu
  • Dapat menunjukkan sikap Anjali serta dapat mengucapkan salam Panganjali
  • Dapat memperagakan sikap /tatacara sembahyang
  • Dapat menyebutkan nama-nama bunga yang bisa dipakai sembahyang
  • Dapat menyebutkan nama tempat suci untuk melaksanakan sembahyang
  • Dapat menyebutkan jam atau waktu untuk melaksanakan persembahyangan /Puja Tri Sandhya.
   Buddha
  • Dapat mengucapkan salam Buddhis
  • Dapat bersikap Anjali. 3.Dapat melakukan Namaskara
2. Dapat menghafal Dwisatya dan Dwidarma
3. Dapat menyebutkan jenis-jenis Salam Pramuka.
4. Telah memiliki buku tabungan, sekurang - kurangnya dalam waktu 6 minggu terakhir.
5. Setia membayar uang iuran kepada gugusdepannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperoleh dari usahanya sendiri.6. Dapat menyebutkan lambang Gerakan Pramuka
7. Dapat menyebutkan salah satu seni budaya di daerah tempat tinggalnya
8. Selalu bersikap hemat dan cermat dengan segala miliknya
9. Dapat menyebutkan identitas diri
10. Dapat membedakan perbuatan baik dan perbuatan buruk
11. Rajin dan giat mengikuti latihan Perindukan Siaga, sekurang-kurangnya 6 kali latihan berturut-turut
12. Dapat dengan hafal menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di depan perindukannya.
13. Dapat menyebutkan arti kiasan warna Sang Merah Putih
14. Dapat menyebutkan sedikitnya 3 hari besar nasional dan 3 hari besar keagamaan
15. Dapat menyebutkan sedikitnya 5 peraturan keluarga
16. Dapat menyebutkan sedikitnya 3 peraturan di lingkungannya
17. Dapat menyebutkan 2 macam adat/budaya di lingkungannya
18. Dapat menyampaikan ucapan dengan baik dan sopan serta hormat kepada orangtua, sesama teman dan orang lain
19. Dapat menyebutkan nama dan alamat Ketua RT, Ketua RW, Lurah dan tokoh masyarakat di sekitar tempat tinggalnya
20. Dapat menyebutkan sila-sila Pancasila
21. Dapat mengumpulkan keterangan untuk memperoleh pertolongan pertama pada kecelakaan dan dapat menginformasikan kepada orang dewasa disekitarnya.
22. Dapat membaca jam digital dan analog
23. Dapat menunjukan 4 arah mata angin
24. Dapat berbahasa Indonesia dalam mengikuti pertemuan-pertemuan Siaga
25. Dapat menyebutkan sedikitnya 2 macam alat komunikasi tradisional dan modern
26. Dapat menyebutkan anggota tubuh
27. Dapat menyebutkan gerakan dasar olah raga
28. Dapat melipat selimut dan merapikan tempat tidurnya
29. Selalu berpakaian rapih dan memelihara kebersihan pribadi
30. Dapat menjalankan latihan-latihan keseimbangan, dapat melempar dan menerima bola dengan tangan kanan dan kiri sedikitnya 5 kali tangkapan.
31. Dapat menyebutkan makanan dan minuman yang bergizi (4 sehat 5 sempurna).
32. Dapat memelihara sedikitnya satu macam tanaman berguna, atau satu jenis binatang ternak, selama kira-kira 1 bulan
33. Dapat melipat kertas yang dibentuk menyerupai pesawat, kapal, flora dan fauna
34. Dapat membuat simpul mati,simpul hidup, simpul anyam,simpul pangkal dan simpul jangkar.

SIAGA BANTU
Tanggal
Paraf
1. Islam
  • Dapat melaksanakan Tayamum
  • Dapat melaksanakan sholat wajib
  • Dapat melaksanakan shalat berjamaah
  • Dapat menyebutkan Rasul-rasul Allah
  • Dapat melafalkan Adzan dan Iqamah (untuk putra)
  • Dapat menghafal sedikitnya 6 do'a harian.
   Katholik
  • Dapat mengucap doa harian dan menyanyikan tiga buah lagu gereja
  • Dapat menyebutkan hikayat dari Alkitab
  • Dapat memberikan yang terbaik kepada keluarga
  • Dapat memelihara salah satu ciptaan Allah.
   Protestan
  • Dapat menyanyikan tiga nyanyian Kristen
  • Hafal do'a Bapa kamil
  • Dapat menyebutkan hikayat dari Al Kitab sedikitnya hikayat. 4.
  • Dapat memberikan yang terbaik kepada keluarga
  • Dapat memelihara salah satu ciptaan Allah
  • Telah Mengikuti Sekolah Minggu 8 Kali berturut-turut.
   Hindu
  • Dapat menyebutkan nama tempat-tempat suci untuk melaksanakan persembahyangan
  • Dapat mempraktikkan tata cara sembahyang dengan doa Gayatri Mantram
  • Dapat menyebutkan nama-nama pura yang ada disekitarnya
  • Dapat menyebutkan nama kitab suci agama Hindu
  • Dapat menyebutkan bagian Tri Kaya Parisudha
  • Dapat menyebutkan contoh-contoh perbuatan yang baik
  • Dapat membedakan perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk.
   Buddha
  • Dapat mengucapkan kata Buddha, Dharma, Sangha (Tri Ratna)
  • Dapat melakukan sifat karuna (kasih sayang) kepada semua makhluk
  • Dapat melakukan sikap berdoa
2. Dapat melaksanakan Dwisatya dan Dwidarma
3. Dapat melakukan Salam Pramuka dengan benar
4. Telah memiliki buku tabungan dan sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabungannya selama sekurang-kurangnya 8 minggu sejak menjadi Siaga Mula, seluruh atau sebagian dari uang itu diperoleh dari usahanya sendiri.
5. Setia membayar uang iuran kepada gugusdepan dengan uang yang sebagian diperoleh dari usahanya sendiri.
6. Dapat menyebutkan nama pencipta lambang Gerakan Pramuka
7. Dapat menyebutkan sedikitnya 5 macam seni budaya yang ada di Indonesia
8. Untuk putri: Dapat memasang buah baju dan menyalakan kompor dengan benar dan
aman
   Untuk putra : Dapat membuat hasta karya dengan dua macam bahan yang berbeda
9. Dapat menyampaikan pendapatnya
10. Dapat memperhatikan dan melaksanakan nasihat Orangtua, Yanda dan Bunda serta gurunya
11. Rajin dan giat mengikuti latihan perindukan sebagai Siaga Mula sekurang-kurangnya 8 kali latihan
12. Dapat menceritakan sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
13. Dapat menceritakan sejarah bendera kebangsaan Indonesia dan tahu sikap yang harus dilakukan pada waktu bendera kebangsaan dikibarkan atau diturunkan serta dapat memelihara bendera kebangsaan
14. Dapat menyebutkan sedikitnya 6 hari besar nasional dan 5 orang nama pahlawan nasional
15. Dapat melakukan peraturan keluarga, barung, perindukan dan sekolah
16. Dapat melaksanakan peraturan di lingkungannya
17. Dapat melaksanakan adat/budaya di lingkungannya
18. Dapat menjadi contoh yang baik bagi temannya
19. Dapat menyebutkan nama provinsi, ibukota provinsi dan kepala daerahnya, nama negara, ibukota negara, kepala negara dan wakilnya.
20. Dapat menyebutkan sila-sila Pancasila sesuai dengan lambangnya
21. Dapat mengumpulkan keterangan untuk memperoleh pertolongan pertama pada kecelakaan dan dapat menginformasikan kepada petugas Puskesmas/rumah sakit/polisi.
22. Dapat meneyebutkan perbedaan jam digital dan analog serta dapat memperkirakan waktu tanpa bantuan alat
23. Dapat menunjukan 8 arah mata angin
24. Dapat menyampaikan berita secara lisan dengan menggunakan Bahasa Indonesia
25. Dapat menggunakan atau mengoperasikan alat komunikasi tradisional dan modern.
26. Dapat menyebutkan fungsi anggota tubuh
27. Dapat melakukan gerakan dasar olah raga
28. Dapat mencuci, menjemur, melipat dan menyimpan pakaiannya dengan rapi.
29. Dapat memelihara kebersihan salah satu ruangan di rumah, sekolah dan tempat ibadah atau tempat lainnya
30. Dapat melakukan Senam Pramuka
31. Dapat menunjukan bahan-bahan makanan yang bernilai gizi
32. Dapat memelihara sedikitnya satu macam tanaman berguna, atau satu jenis binatang ternak, selama kira-kira 2 bulan
33. Dapat membuat satu macam hasta karya dari barang bekas
34. Dapat menggunakan simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul pangkal dan simpul jangkar.

SIAGA TATA
Tanggal
Paraf
1. Islam
  • Dapat membaca Al Quran dan mengetahui tanda bacanya
  • Dapat menyebutkan Asmaul Husna dan artinya
  • Dapat mengetahui dan menceritakan salah satu kisah Rasul
  • Dapat menyebutkan 10 nama Malaikat dan tugasnya.
   Katholik
  • Tahu doa Iman, doa harapan, doa cinta kasih dan doa tobat
  • Telah mengikuti Misa Kudus dan tahu arti Konsekrasi
  • Dapat mengenal nama Pastor Paroki dan nama Uskup setempat
  • Dapat menunjukan kemahakuasaan Allah
  • Dapat menunjukan tindakan manusia yang bergantung kepada Allah.
   Protestan
  • Dapat menghafal Lukas 10:27 (hukum kasih)
  • Dapat mengucap dan mempergunakan doa sederhana pada kesempatan tertentu
  • Dapat menunjukan kemahakuasaan Allah, sedikitnya 5 macam
  • Dapat menunjukan tindakan manusia yang bergantung kepada Allah, sedikitnya 5 macam
  • Rajin mengikuti sekolah Minggu di gerejanya.
   Hindu
  • Dapat menghapal bait bait Puja Tri Sandya
  • Dapat menyebutkan hari-hari suci agama Hindu
  • Dapat memahami perbedaan makna dari perayaan hari-hari besar/suci agama Hindu
  • Dapat menyebutkan nama pura-pura besar di Indonesia
  • Dapat menyebutkan bagian dari Panca Sradha
  • Dapat menyebutkan bagian dari Panca Yadnya
  • Dapat melakukan salah satu gerakan dalam Yoga Asanas
   Buddha
  • Dapat melafalkan Paritta Namaskara
  • Dapat mengucapkan Paritta Vandana
  • Dapat mengucapkan Paritta Pancasila Buddhis (Bahasa Indonesia)
2. Dapat mengajak temannya untuk mengamalkan Dwisatya dan Dwidarma
3. Dapat menjelaskan tentang Salam Pramuka kepada teman sebarungnya
4. Telah memiliki buku tabungan dan sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabungannya selama sekurang-kurangnya 12 minggu sejak menjadi Siaga Bantu, seluruh atau sebagian dari uang itu diperoleh dari usahanya sendiri.
5. Setia membayar uang iuran kepada gugusdepan dengan uang yang diperoleh dari usahanya sendiri.
6. Dapat menyebutkan arti lambang Gerakan Pramuka
7. Dapat memperagakan satu macam kegiatan seni budaya asal daerahnya.
8. Sudah memiliki sedikitnya 5 tanda kecakapan khusus
9. Dapat mengkritisi sesuatu masalah dan dapat bertanggungjawab
10. Dapat menolong orang yang sedang menderita di sekitarnya.
11. Rajin dan giat mengikuti latihan perindukan sebagai Siaga Bantu sekurang-kurangnya 12 kali latihan sebagai Siaga Bantu
12. Dapat memperlihatkan sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara
13. Dapat memperlihatkan cara mengibarkan dan menyimpan bendera merah putih pada upacara pembukaan dan penutupan latihan.
14. Dapat menyebutkan sedikitnya 7 hari besar nasional, 4 hari besar dunia dan 10 nama pahlawan nasional
15. Dapat menyebutkan akibat melanggar peraturan di keluarga, barung, perindukan dan sekolah
16. Dapat menyebutkan akibat melanggar peraturan di lingkungannya
17. Dapat menyebutkan akibat melanggar adat/budaya di lingkungannya
18. Dapat mengajak temannya berkata dan melakukan perbuatan yang benar
19. Dapat menyebutkan negara-negara ASEAN dan menunjukkan bendera kebangsaannya
20. Dapat menyebutkan perbuatan yang baik sesuai dengan sila-sila Pancasila
21. Dapat mengumpulkan keterangan untuk memperoleh pertolongan pertama pada kecelakaan dan dapat menginformasikan kepada dokter, rumah sakit, polisi dan keluarga korban.
22. Dapat menceritakan dasar terjadinya perbedaan waktu yang ada di Wilayah Indonesia
23. Dapat menunjuk 8 macam arah mata angin dengan menggunakan kompas
24. Dapat menulis surat kepada teman atau saudaranya dengan menggunakan Bahasa Indonesia
25. Dapat merawat alat-alat teknologi dan komunikasi tradisional serta modern yang ada di rumahnya
26. Dapat memelihara anggota tubuh
27. Dapat melakukan olah raga secara tim
28. Dapat mencuci peralatan dapur
29. Dapat memelihara kebersihan halaman di rumah, sekolah, tempat ibadah atau di tempat lainnya.
30. Dapat melakukan salah satu cabang olah raga atletik atau salah satu gaya cabang olahraga renang
31. Dapat menyebutkan 5 macam penyakit menular
32. Dapat memelihara sedikitnya dua macam tanaman berguna, atau satu jenis binatang ternak, selama kira-kira 4 bulan
33. Dapat membuat 2 macam hasta karya dengan bahan yang berbeda
34. Dapat membuat sedikitnya 2 macam ikatan


SKU PENGGALANG
PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

TRISATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
  • Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
  • Menepati Dasadarma

DASA DARMA PRAMUKA
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih saying sesame manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin trampil dan gembira.
7. Hemat cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan




PENGGALANG RAMU
Tanggal
Paraf
1. Selalu taat menjalankan ibadah agamanya secara pribadi ataupun berjamaah
2. Dapat mengetahui dan menjelaskan hari - hari besar agamanya
3. Dapat menyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia serta nama tempat ibadahnya.
4. Islam
  • Dapat melakukan mandi wajib dan mengerti penyebabnya
  • Dapat melakukan sholat berjamaah
  • Dapat menghafal 5 macam doa harian dan 5 macam surat - surat pendek.
   Katholik
  • Dapat berdoa Rosario, dan tahu artinya
  • Telah mengikuti Misa Kudus dan menjadi putera altar dan dapat menghias altar
  • Dapat menyanyikan tiga macam lagu Gerejani
   Protestan
  • Dapat menyanyikan beberapa nyanyian Gereja
  • Dapat menceritakan dua macam hikayat dari Alkitab
  • Dapat melakukan doa sederhana pada kesempatan tertentu
  • Dapat menyebutkan hari-hari Raya Kristiani.
   Hindu
  • Dapat melafalkan dan mengerti arti dari bait masing-masing mantram puja Tri Sandhya dan melaksanakannya/praktik dalam kehidupan sehari-hari
  • Dapat menyebutkan nama-nama para Maha Rsi penerima Wahyu
  • Dapat menyebutkan nama-nama pura dalam cakupan Sad Kahyangan
  • Dapat menyebutkan tokoh-tokoh dalam epos cerita Mahabharata dan Ramayana
  • Dapat menguraikan arti dan makna kata Tatwamsi
  • Dapat menguraikan dan menjelaskan fase kehidupan dalam ajaran Catur Asrama
  • Dapat mempraktikkan satu gerakan Yoga Asanas.
   Buddha
  • Dapat menjelaskan arti/makna simbol yang terdapat di Altar Buddha
  • Dapat menyanyikan lagu Pancasila Buddhis
  • Dapat melakukan dana paramita
5. Dapat menjelaskan tentang Emosi
6. Dapat menyampaikan pendapat dengan baik dalam suatu pertemuan Pasukan Penggalang.
7. Dapat mengetahui dan menjelaskan manfaat dari penghijauan
8. Dapat mengetahui dan memahami tentang hak perlindungan anak.
9. Ikut serta dalam kegiatan Perkemahan Penggalang sedikitnya 2 hari, sesuai dengan standar perkemahan
10. Dapat menyebutkan tanda- tanda pengenal Gerakan Pramuka sesuai dengan golongan dan tingkatannya
11. Mengetahui nama Ketua RT hingga Lurah atau setingkatnya di tempat tinggalnya.
12. Dapat mengetahui dan menyebutkan Kode Kehormatan Pramuka Penggalang
13. Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang sekurang-kurangnya 8 kali latihan berturut-turut
14. Tahu tentang Salam Pramuka, Motto dan tahu arti Lambang Gerakan Pramuka.
15. Dapat menjelaskan sejarah dan kiasan warna serta cara menggunakan bendera merah putih
16. Dapat menjelaskan sejarah dan kiasan warna serta cara menggunakan bendera merah putih
17. Dapat menjelaskan tentang lambang Negara RI
18. Dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
19. Telah menabung secara rutin dan setia membayar uang iuran untuk regunya yang diperoleh dari usahanya sendiri
20. Dapat menyebutkan dan menjelaskan manfaat sedikitnya 2 jenis alat teknologi informasi modern
21. Mengenal dan memilah sampah
22. Dapat menjelaskan teknik penjernihan air
23. Dapat membuat dan menggunakan simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul tiang, simpul pangkal dan dapat menyusuk tali, membuat ikatan serta menyambung dua tongkat
24. Dapat menjelaskan kompas, menaksir tinggi dan lebar
25. Mengenal macam-macam sandi, isyarat morse dan semaphore
26. Selalu berpakaian rapi dan memelihara kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungannya
27. Dapat baris-berbaris
28. Dapat menjelaskan Sedikitnya 3 cabang olahraga dan dapat melakukan 2 jenis cabang olah raga, salah satunya: olah raga Renang
29. Mengetahui adanya perbedaan perkembangan fisik tubuh
30. Selalu melakukan aktifitas fisik tiap hari sedikitnya 30 menit

PENGGALANG RAKIT
Tanggal
Paraf
1. Selalu taat menjalankan ibadah sesuai agamanya dan mengingatkan orang lain untuk beribadah
2. Telah mengikuti acara-acara keagamaan sesuai dengan agamanya.
3. Dapat menjelaskan salah satu contoh bentuk toleransi antar umat beragama...
4. Islam
  • Dapat menghafal dan menyebutkan 8 macam doa harian dan 8 macam surat-surat pendek
  • Dapat menceriterakan sejarah Nabi Muhammad SAW
  • Selalu melaksanakan Shalat Jumat.
   Katholik
  • Mengetahui siapa Kristus
  • Dapat berdoa dengan kata-katanya sendiri
  • Dapat menyanyikan lagu-lagu Gerejani
   Protestan
  • Mengetahui makna doa
  • Dapat menguraikan beberapa nyanyian Gerejani yang dikenal
  • Mengetahui pembagian Alkitab
  • Dapat menguraikan secara singkat isi dari dua buku di dalam Perjanjian Baru.
   Hindu
  • Dapat melafalkan dan memahami arti bait-bait Puja Tri Sandya serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-harii
  • Dapat berperan aktif dalam setiap upacara/pelaksanaan Panca Yadnya di masyarakat
  • Dapat menyebutkan dan memahami ajaran Catur Paramita
  • Dapat memahami dan mempraktikan ajaran Tatwamsi seperti menerapkan sikap kasih sayang dalam kehidupan nyata, menolong mahluk yang lemah, membantu yang terkena musibah, melestarikan suaka marga satwa dan menjaga lingkungan
  • Mempraktikan sikap hidup suka beramal/ berdana punia
  • Dapat melafalkan dan mengkidungkan salah satu bentuk Dharma Gita
  • Dapat mempraktikkan minimal tiga gerakan Yoga Asanas
  • Dapat menarikan salah satu bentuk tarian sakral keagamaan Hindu (misalnya: Tari Baris, Tari Rejang, Tari Wayang Orang dan lain-lain.
   Buddha
  • Dapat melakukan kebaktian baik perorangan maupun bersama-sama
  • Dapat menyebutkan hari-hari raya Agama Buddh
  • Dapat melakukan sikap meditasi
  • Dapat menyanyikan lagu Aku Berlindung
  • Dapat melakukan dana paramita
5. Dapat mengendalikan emosi diri sendiri
6. Menghargai pendapat orang lain dalam pertemuan Pasukan Penggalang.
7. Melakukan kegiatan penghijauan di lingkungannya atau didaerah lainnya
8. Dapat menjelaskan tentang hak perlindungan anak.
9. Ikut serta dalam kegiatan Lomba Tingkat dan lomba-lomba Pramuka Penggalang, di gugusdepan dan kwartir.
10. Dapat menggunakan tanda pengenal Gerakan Pramuka dengan benar.
11. Dapat membuat struktur pemerintahan dari tingkat kelurahan/setingkatnya hingga RT di tempat tinggalnya.
12. Telah mengamalkan Kode Kehormatan Pramuka Penggalang
13. Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang sekurang-kurangnya 10 kali latihan berturut-turut
14. Dapat melakukan Salam Pramuka secara tepat dan benar.
15. Dapat mengibarkan dan menurunkan bendera Sang Merah Putih pada upacara pembukaan dan penutupan latihan
16. Dapat menyanyikan lagu Indonesia Raya bait ke-1 dan bait ke-2 serta dapat memimpin lagu Indonesia Raya didepan pasukannya dengan benar dan dapat menyanyikan 3 lagu wajib serta 2 macam lagu daerah tempat tinggalnya serta 2 macam lagu daerah lainnya
17. Dapat menjelaskan tentang lambang Negara RI, kepada teman di regunya
18. Dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pertemuan-pertemuan Penggalang
19. Telah memiliki buku tabungan dan aktif menabung dan setia membayar uang iuran regunya dari hasil pendapatannya sendiri yang diperoleh dari usahanya sendiri
20. Dapat mengoperasikan dan merawat salah satu teknologi informasi
21. Dapat mengolah sampah
22. Dapat melakukan proses penjernihan air
23. Dapat membuat beberapa jenis pioneering, seperti:
  • rak piring
  • meja makan
  • tiang jemuran
  • menara kaki tiga
24. Dapat menggunakan kompas dan membuat peta pita, manaksir kecepatan arus dan kedalaman
25. Dapat membuat dan menerjemahkan sandi, menerima berita dengan menggunakan bahasa morse dan semaphore
26. Selalu berpakaian rapi di setiap saat dan memelihara kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungannya
27. Dapat memimpin regunya untuk baris berbaris
28. Dapat melaksanakan olahraga beregu dan melakukan 3 jenis cabang olah raga serta tahu permainannya; salah satunya olah raga renang.
29. Dapat menjelaskan adanya perbedaan perkembangan fisik tubuh
30. Selalu melakukan aktifitas fisik tiap hari sedikitnya 45 menit

PENGGALANG TERAP
Tanggal
Paraf
1. Selalu taat menjalankan ibadah sesuai agamanya dan mengajak orang lain untuk beribadah
2. Berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan baik dalam Gerakan Pramuka maupun di masyarakat
3. Dapat mengajak teman/orang lain untuk berperilaku toleran antar umat beragama
4. Islam
  • Dapat bertindak sebagai Imam dalam sholat berjamaah di perkemahan
  • Dapat menghafal 10 macam doa harian dan hafal 10 macam surat pendek
  • Dapat memimpin doa.
  • Selalu melaksanakan Shalat berjamaah di Masjid
   Katholik
  • Tahu arti Misa Kudus, dan bagian-bagiannya yang penting
  • Tahu alat-alat Misa dan warna-warna Liturgi
  • Tahu hierarki Gereja
   Protestan
  • Dapat memimpin beberapa nyanyian Gerejani dalam pertemuan-pertemuan Penggalang
  • Dapat memimpin doa dalam pertemuan-pertemuan Penggalang
  • Dapat menjelaskan Hukum Kasih (Lukas 10 : 27 dan Matius 22 : 37-40)
  • Dapat Menjelaskan tentang dua belas pengakuan Iman Rasuli.
   Hindu
  • Dapat melafalkan dan memahami arti bait-bait dalam matram Puja Tri Sandya serta dapat dan mampu memimpin pelaksanaan persembahyangan
  • Dapat menyebutkan bagian-bagian kepemimpinan Hindu dalam Asta Brata
  • Dapat memahami serta menerapkan Ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari hari
  • Dapat menjelaskan pengertian dan konsep ajaran Rwa Bhineda
  • Dapat menguraikan dan memahami kaitan ajaran Catur asrama dan catur Purusa Artha
  • Dapat mempraktikkan minimal lima gerakan Yoga Asanas
  • Dapat menarikan lebih dari satu bentuk tarian sakral keagamaan Hind
  • Dapat melafalkan dan mengkidungkan salah satu bentuk Dharma Gita.
   Buddha
  • Dapat melakukan kebaktian baik perorangan maupun bersama-sama
  • Dapat melakukan meditasi
  • Dapat menyanyikan lagu Malam Suci Waisak
  • Dapat menyebutkan tempat-tempat suci Agama Buddha
  • Dapat menceritakan silsilah keluarga Pangeran Sidharta Gotama
5. Dapat mengendalikan emosi teman sebayanya
6. Dapat memimpin pertemuan Pasukan Penggalang.
7. Telah mengajak teman sebaya /regunya untuk melakukan kegiatan penghijauan dan memelihara di lingkungannya atau di daerah lain
8. Dapat mensosialisasikan kepada teman sebaya tentang hak perlindungan anak.
9. Telah Ikut serta dalam kegiatan Jambore atau sejenisnya.
10. Dapat menjelaskan tanda- tanda pengenal Gerakan pramuka.
11. Dapat menjelaskan tugas dan fungsi seorang Kepala Desa/Lurah, Camat, Bupati/Walikota.
12. Dapat mengajak anggota regu dan pasukannya untuk senantiasa mengamalkan kode kehormatan Pramuka Penggalang
13. Rajin dan giat mengikuti latihan pasukan Penggalang sekurang-kurangnya 12 kali latihan berturut-turut
14. Dapat menjelaskan dan cara menggunakan Salam Pramuka.
15. Dapat mengibarkan dan menurunkan bendera sang merah putih pada upacara hari-hari besar nasional atau sejenisnya
16. Dapat memimpin lagu Indonesia Raya di depan orang lain pada suatu upacara, dapat menyanyikan 4 judul lagu wajib dan 3 judul lagu daerah tempat tingalnya serta 3 macam lagu daerah lainnya
17. Dapat menjelaskan Lambang Negara RI di depan pasukan atau teman sebayanya
18. Dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pertemuan resmi.
19. Dapat menjelaskan manfaat menabung dan membayar uang iuran kepada anggota regunya/pasukan serta mengajak untuk melakukan gemar menabung
20. Dapat mengajarkan penggunaan teknologi informasi sedikitnya 2 jenis kepada teman sebaya.
21. Ikut mensosialisasikan cara pengolahan sampah.
22. Dapat mensosialisaikan cara penjernihan air
23. Dapat membuat pioneering::
  • Jembatan sederhana
  • Menara pandang sederhana
24. Dapat membuat peta perjalanan, peta lapangan, menjelaskan rumus menaksir: tinggi, lebar, kecepatan dan kedalaman
25. Dapat menerima dan mengirim berita dengan menggunakan bendera morse dan semaphore serta dapat membuat sandi hasil kreasi pribadi lengkap dengan kuncinya
26. Selalu berpakaian rapi di setiap saat dan menjadi contoh bagi teman-temannya untuk memelihara kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungannya
27. Dapat memimpin dan melatih baris berbaris di pasukannya
28. Dapat melaksanakan olahraga beregu dan melakukan 3 jenis cabang olah raga serta tahu aturan permainannya; salah satunya olah raga renang
29. Dapat mengatasi adanya perubahan perkembangan fisik tubuh
30. Dapat menjelaskan manfaat dan melakukan aktifitas fisik tiap hari sedikitnya 45 menit

 (Paskhas Bara 66/Paul)

Jumat, 12 November 2010

Lomba Tingkat II KWARAN JATINEGARA

Bertepatan dengan tanggal 30 Oktober 2010, kami ( PASSIDAS 25 ) berangkat menuju sasaran yakni Bumi Perkemahan Cibubur. Setibanya kami dilokasi ( Kempi III ), kami dibuat bingung dengan aturan-aturan dari panitia karena panitia lebih mementingkan acara Jambore Ranting Jatinegara. Dan kami sempat kecewa dengan Lomba Tingkat II tahun ini karena hanya ada 2 pangkalan/sekolah saja yang ikut serta dalam lomba ini. Kami juga sangat menghargai & memberi jempol kepada panitia LT II tahun ini karena semua soal yang akan dilombakan baru di buat di tempat ( Cibubur ). Dan menurut kami LT II kali ini merupakan lomba yang cukup sulit karena materi yang di lombakan cukup banyak ( SEMAPHORE, MORSE, R.SANDI, PIONNERING, PPGD, LKBB, YEL-YEL DLL ).

Di Lomba Tingkat II tahun ini kami mengucapkan syukur kepada ALLAH SWT karena kami mendapatkan juara pertama untuk putri ( ASOKA ) dan mendapatkan juara kedua untuk putra ( ELANG BIRU ). Berikut urutan juara :
Putra : - Juara 1 regu SEMUT dari SMP 148 Jaktim
           - Juara 2 regu ELANG BIRU dari SMP 25 Jaktim
           - Juara 3 -----------------------------------------
Putri  : - Juara 1 regu ASOKA dari SMP 25 Jaktim
           - Juara 2 regu MATAHARI dari SMP 158 Jaktim
           - Juara 3 -----------------------------------------

Selepas dari Lomba Tingkat II, kami menggelar upacara untuk kenaikan tingkat yang di tujukan untuk anggota baru dan regu ELANG BIRU & ASOKA.

Selasa, 26 Oktober 2010

Persiapkan semangat menuju LT II KWARAN JATINEGARA

Sekitar 2 minggu atau 3 minggu lalu SMP 25 mendapatkan kehormatan untuk mengikuti Lomba Tingkat II di KWARRAN Jatinegara. Kami sempat merapatkan masalah ini kepada seluruh pengajar, membahas bagaimana strategi yang akan di terapkan kepada anak didik agar dapat lolos ke LT III seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kami sempat beradu argumen sesama pengajar,itu kami lakukan agar kami mendapatkan strategi yang cocok untuk di terapkan kepada anak didik, Setelah kami mendapatkan strategi yang cocok, kami langsung menerapkan kepada kedua regu inti kami yakni ELANG BIRU(PA) dan ASOKA(PI). Dari minggu ke minggu kami mulai memberi materi ke penggalang kami, karena kami anggap LT II tahun ini cukup sulit dikarenakan materi yang begitu banyak dan waktu yang cukup minim untuk memberikan materi.
Kami sempat menghadapi masalah sedikit dalam mengajar, kami kekurangan pengajar dikarenakan kesibukan para pengajar yang melanda. Kedua regu kami sangat antusias di LT II ini karena event ini sangat di tunggu-tunggu oleh mereka. Mereka semua sangat mengharapkan bisa memberikan yang terbaik untuk pramuka SMP 25 karena ini adalah event terakhir mereka meski mereka masih ada 1 event lagi.
Masih ada beberapa hari lagi sebelum LT II datang, kami akan mempersiapkan mental, pikiran, kesehatan, fisik untuk menghadapi LT II tahun 2010.

KAMI DATANG LT II,KARENA KAMI PASSIDAS 25 ( PASUKAN SIPITUNG & NYAI DASIMAH ).

Rabu, 14 Juli 2010

MOS 2010

Bermodalkan latihan yang kurang maksimal yakni hanya 1 minggu dengan berlatih tanpa adanya dampingan dari para penegak,membuat kami bingung akan menapilkan apa saat penutupan MOS(Masa Orientasi Siswa) tahun 2010 SMPN 25 Jakarta.Kami memutuskan untuk menampilkan yel-yel gabungan dari regu ASOKA dan regu ELANG BIRU,kami berinisiatif dengan memulai memadukan yel dari ASOKA dan ELANG BIRU.Meskipun terdengar sedikit membingungkan kami tetap percaya bahwa yel - yel yang kami buat bisa membuat siswa baru tertarik.Penutupan MOS(Masa Orientasi Siswa) jatuh pada tanggal 14 Juli 2010,kami diminta untuk tampil di awal di karenakan semua guru-guru meminta kami untuk beratraksi di awal.Kami sempat merasa down dikarenakan ada salah satu dari anggota regu ASOKA yang mengalami luka di sekitar kaki dan wajah akibat terjatuh dari motor yang membuat kami kurang memaksimalkan penampilan kami,semua siswa barupun memberikan semangat dengan memberi tepuk tangan kepada kami saat kami memulai gerakan-gerakan kami.Kami sangat optimis bahwa kami bisa menarik hati siswa-siswi baru dengan yel gabungan kami,kami sedikit kecewa dengan tidak adanya yang mendokumentasikan dalam kegiatan ini dalam bentuk photo.Kami di beri waktu sekitar 10 menit untuk beratraksi dan waktu itu kami gunakan untuk memberikan yang terbaik kepada siswa - siswi SMPN 25 Jakarta.Kami sempat di buat kaget dengan adanya tambahan kegiatan saat kami tampil yakni dengan disematkannya DESI DAMAYANTI (ketua regu ASOKA) sebagai penggalang terbaik di tahun ajaran 2009/2010.Penampilan kamipun berakhir dengan disematkannya DESI sebagai penggalang terbaik di tahun 2009/2010.Setelah kami tampil masih banyak ekstrakurikuler lainnya yang tampil juga seperti PMR,PASKIBRA,ROHIS,TAEKWONDO,KARATE,GRUP VOKAL,GRUP TARI,OLAHRAGA dll.Kami berharap setelah penampilan kami di MOS(Masa Orientasi Siswa) tahun 2010 SMPN 25 Jakarta,kami bisa mendapatkan regenerasi untuk pramuka SMPN 25 Jakarta.

Sabtu, 15 Mei 2010

Sejarah Kepramukaan di Indonesia

Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.

Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.

Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).

Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.

Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).

Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
[sunting] Kelahiran Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :

1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
3. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.

Gerakan Pramuka Diperkenalkan

Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.

Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.

Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.

Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.

Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.

Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.

Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka

Sejarah Kepramukaan Sedunia

Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.

Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri beliau.
Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.
Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.
Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).
Tahun 1924 Jambore II di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
Tahun 1929 Jambore III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
Tahun 1933 Jambore IV di Godollo, Budapest, Hongaria
Tahun 1937 Jambore V di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
Tahun 1947 Jambore VI di Moisson, Perancis
Tahun 1951 Jambore VII di Salz Kamergut, Austria
Tahun 1955 Jambore VIII di sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris
Tahun 1959 Jambore IX di Makiling, Philipina
Tahun 1963 Jambore X di Marathon, Yunani
Tahun 1967 Jambore XI di Idaho, Amerika Serikat
Tahun 1971 Jambore XII di Asagiri, Jepang
Tahun 1975 Jambore XIII di Lillehammer, Norwegia
Tahun 1979 Jambore XIV di Neishaboor, Iran tetapi dibatalkan
Tahun 1983 Jambore XV di Kananaskis, Alberta, Kanada
Tahun 1987 Jambore XVI di Cataract Scout Park, Australia
Tahun 1991 Jambore XVII di Korea Selatan
Tahun 1995 Jambore XVIII di Belanda
Tahun 1999 Jambore XIX di Chili, Amerika Selatan
Tahun 2003 Jambore XX di Thailand
Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.
Tahun 1920 dibentuk Deewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss.
Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.
Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.

Riwayat Hidup Boden Powell


Lahir tanggal 22 Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya bernama powell seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil. Pengalaman Baden Powell yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan banyak sekali dan menarik diantaranya :

  • Karena ditinggal bapak sejak kecil, maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.
  • Dari kakaknya mendapat latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lainnya
  • Sifat Baden Powell yang sangat cerdas, gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara, berolaraga, mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya
  • Pengalaman di India sebagai pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan melatih panca indera kepada Kimball O’Hara.
  • Terkepung bangsa Boer di kotaMafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.
  • Pengalaman mengalahkan Kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.
Pengalaman ini ditulis dalam buku “Aids To Scouting” yang merupakan petunjuk bagi Tentara muda Inggris agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik.
William Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu.
Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris, diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.
Tahun 1910 BP pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Pada tahun 1912 menikah dengan Ovale St. Clair Soames dan dianugerahi 3 orang anak. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.

Profil Ka KWARNAS

Ka Azrul Azwar

Masih bingung di mana tempat berlangsungnya kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka 2008. Kegiatan ini diadakan di Taman Rekreasi Wiladatika (TRW) Cibubur, Jakarta? Don"t panic, Tim Jurnal Munas 2008 akan membimbing kakak-kakak ke jalan yang benar dan terpercaya!! Selama 4 (empat) hari ini Kakak-kakak akan mengikuti sidang-sidang yang terdiri dari Sidang Pleno atau Paripurna yang akan diselenggarakan di Gedung Pandansari. Kemudian Sidang-sidang komisi yang terdiri dari Sidang Komisi A di Gedung Lemdikanas yang membahas tentang Organisasi meliputi Anggaran Dasar, Rencana Strategik, Saka Wirakartika dan Hasil Musppanitera. Sidang Komisi B di Gedung H.Agus Salim dengan bahasan tentang tempat penyelenggaraan Jambore Nasional , Raimuna, Perkemahan Wirakarya dan Musyawarah Nasional yang akan datang. Kemudian Sidang Komisi C membahas hal-hal Khusus mengenai Mekanisme Pemilihan Ketua Kwartir Nasional dan Badan Pemeriksa Keuangan, serta Penganugerahan Lencana Tunas Kencana. Selain sederet acara sidang, panitia juga sudah merencanakan acara hiburan sekaligus makan malam yang akan ditempatkan di Gedung HM.Sarbini termasuk Senam Sehat yang diselenggarakan setiap pagi di Lapangan Gajah Mada TRW Sepanjang kegiatan Munas ini, Kakak juga mendapat fasilitas kesehatan 24 jam untuk para Peserta, Peninjau dan Panitia yang belum terbiasa dengan atmosfir Jakarta! Posko kesehatan di Sekar Purbo II dan Klinik Bhakti Husada TRW, Cibubur. {Maryam} Sebelum menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2003-2008, Kak Azrul Azwar yang lahir di Kotacane (Aceh Tengara), 6 Juni 1945 terlebih dulu menjabat sebagai Pemimpin Satuan Karya (Pinsaka) Bakti Husada Tingkat Nasional (1998-2003). Sempat pula mejadi Andalan Nasional sejak tahun 1998. Meski dirinya memiliki latar belakang pendidikan kedokteran, namun dunia kepramukaan bukan dunia baru bagi beliau. Sebab dalam menjalani profesinya sebagai dokter, Kak Azrul pun kerap berinteraksidengan masyarakat luas. Setelah mendapat gelar dokter dari Universitas Indonesia pada tahun 1972 dan memperdalam ilmu kedokteran spesialis di universitas yang sama, Kak Azrul terbang ke Honolulu, Hawaii guna menuntut ilmu dan melengkapi gelar MPH di School of Public Health University of Hawaii pada tahun 1977. Tak selesai sampai di situ saja, sebab pada tahun 1991-1996 Kak Azrul menimba ilmu kembali dan memperoleh gelar Doctor (Dr) dalam ilmu kedokteran dengan hasil Judisium Cumlaude. Selain menekuni dunia kedeokteran dan menyukai kegiatan kepramukaan, ternyata Kak Azrul hobi juga menulis, pengalaman sebagai Pemimpin Redaksi beberapa kali dijalaninya, seperti pada Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia-Jakarta, jabatan tersebut sudah ditekuninya sejak tahun 1984 hingga sekarang. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini, tercatat aktif sebagai pengurus dilima belas organisasi, selain dalam Gerakan Pramuka dan IDI, Kak Azrul merupakan konsultan World Health Association (WHO) dan Council Member pada Medical Association of ASEAN.
Dan kak Azrul Azwar terpilih kembali sebagai Ka Kwarnas periode tahun 2008-2014 secara aklamasi pada MUNAS VIII di Jakarta dan telah dilantik serta dikukuhkan oleh Presidium Sidang, dihadapan peserta MUNAS VIII 2008, Pukul 15.15 WIB.
Selamat kepada Kak Azrul 'AZWAR' yang terpilih sebagai Ka Kwarnas 2008-2014 semoga Pramuka kita semakin jaya dan Modern.
Sumber : Kwarnas

BLOG RESMI PRAMUKA 25 JAKARTA

Kepada seluruh alumni, dewan guru, karyawan, dan siswa - siswi SMP NEGERI 25 JAKARTA (ZHI GHO) dimanapun anda berada sekarang telah ada forum/ wadah bagi kita semua keluarga besar ZHI GHO untuk saling memberikan yang terbaik untuk ZHI GHO yang kita cintai bersama, demi kejayaan almamater kita ZHI GHO.

Maka dari itu kami mohon kirimkanlah saran dan kritik demi kemajuan blog ini ke email : yogisetyo66@yahoo.com